Pondok Pesantren (Ponpes) Abu Dzarrin, Bojonegoro, menggelar acara tahlil dan doa bersama dalam rangka memperingati Haul Ibu Nyai Hj. Umi Nasichah Dimyathi, yang merupakan mendiang istri dari pendiri pesantren. Kegiatan religius ini dilaksanakan pada Kamis (13/11/2025) di maqom dzurriyah Abu Dzarrin, yang berlokasi di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Acara haul tersebut diikuti oleh seluruh anggota civitas akademika pesantren, namun diatur secara bergelombang untuk menjaga ketertiban. Rangkaian tahlil dimulai sejak pagi, pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, dengan pembagian jadwal berdasarkan jenjang pendidikan—mulai dari siswa MA (Putra dan Putri), PAUD/RA, MI, hingga MTs—masing-masing didampingi oleh guru mereka.
Setelah selesai melaksanakan tahlil, seluruh peserta berkumpul di kediaman pengasuh pesantren, KHA. Saifurrochmah Dimyathi, untuk mengikuti santap siang bersama. Santapan soto disajikan sebagai simbol kuatnya kebersamaan dan wujud rasa syukur seluruh keluarga besar Ponpes Abu Dzarrin.
KHA. Saifurrochmah Dimyathi, yang akrab disapa Gus Syaif dan merupakan keturunan pendiri pesantren, menjelaskan bahwa peringatan haul ini memiliki makna ganda. Selain sebagai bentuk bakti dan doa bersama agar amal jariyah almarhumah terus mengalir, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi di antara seluruh keluarga besar pesantren.
“Ibu Nyai Umi Nasichah Dimyathi adalah figur ibu yang penuh kasih. Beliau telaten dalam membimbing para santri dan masyarakat sekitar dengan keteladanan yang bersahaja namun memberi dampak mendalam,” tutur Gus Syaif.
Gus Syaif, yang juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bojonegoro, menambahkan bahwa semangat yang ditinggalkan oleh Ibu Nyai Umi Nasichah menjadi inspirasi abadi. Beliau berharap seluruh santri dan dzurriyah Ponpes Abu Dzarrin dapat terus menjiwai nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan pengabdian kepada umat.
