Sebagai tugas bacalah penggalan novel dibuku LKS halaman 62-63.Kemudian kerjakan soal dibawah ini!
1.Carilah informasai terkait latar sosial budaya yang terdapat pada novel tersebut!
2. Tuliskan pendapat anda kesamaan latar belakang sosial budaya dalam novel dengan kehidupan pengarang!
MERANCANG KARYA ILMIAH
Sebelum kita membahas tentang merancang karya ilmiah. Tahukah kamu Apa yang dimaksud dengan Karya Ilmiah? Menurut Wikipedia, karya ilmiah adalah sebuah laporan tertulis dan diterbitkan yang menjelaskan hasil pengkajian atau penelitian yang telah dilakukan oleh sebuah tim atau seseorang dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan harus ditaati oleh masyarakat keilmuan. Karya ilmiah merupakan karya tulis yang berdasarkan fenomena atau peristiwa nyata. Semua yang ditulis di dalam karya ini harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sehingga penyusunannya tidak bisa sembarangan. Sumber data karya ini bisa didapat dari penelitian, observasi, studi kepustakaan, maupun wawancara dengan narasumber ahli.
Karya ilmiah sendiri memiliki beberapa jenis, sehingga struktur penulisannya berbeda-beda. Karya ilmiah popular, misalnya, tidak terikat pada struktur tertentu. Bahasanya pun cenderung lebih ringan dan penyampaiannya mudah dicerna. Berbeda dengan versi semiformal dan formal yang disajikan dengan sistem tertentu dan bahasa yang lebih kaku. Adapun jenis-jenis karya tulis ilmiah antara lain yaitu artikel, makalah, skripsi, kertas kerja, paper, tesis, disertasi dan artikel ilmiah populer.
KARYA TULIS ILMIAH: Pengertian, Tujuan, Jenis, Ciri, Struktur
Pengertian Karya Tulis Ilmiah Secara umum
Karya Tulis Ilmiah atau disingkat Karya Ilmiah (Dalam Bahasa Inggris Scientific Paper) adalah laporan tertulis atau tulisan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian mengenai suatu masalah yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi etika dan kaidah keilmuan yang ditaati dan dikukuhkan oleh masyarakat umum.
Karya ilmiah disebut juga sebagai “tulisan akademis” karena biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa. Karya ilmiah juga berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan pengawasan (control).
Pengertian Karya Tulis Ilmiah Menurut Para Ahli
Eko Susilo, M. 1995:11
Karya ilmiah adalah suatu tulisan atau karangan yang didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil penelitian, pengamatan, peninjauan dalam bidang tertentu, disusun menggunakan metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantu bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.
Yamilah dan Samsoerizal (1994:90)
Memaparkan bahwa ragam karya ilmiah terdiri atas beberapa jenis yang berdasarkan fungsinya antara lain seperti: makalah, skripsi, tesis dan disertasi.
Sikumbang (1981)
Memaparkan bahwa ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan ilmiah tersebut. Antara lain dapat mengembangkan keterampilan membaca efektif, dapat menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil inti sarinya dan mengembangkan ke tingkat pemikiran yang lebih matang dan lain sebagainya.
Tujuan Karya Tulis Ilmiah
Adapun tujuan dari karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut.
Untuk dapat melatih hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis dan metodologis. atau ide tersurat. Karya ilmiah yang telah ditulis, diharapkan menjadi transformasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat. Para akademisi tidak hanya sebagai konsumen pengetahuan, tapi juga mampu menjadi produsen berfikir dan menulis di bidang ilmu pengetahuan. Untuk membuktikan pengetahuan serta potensi ilmiah yang dimiliki oleh penulis. Dapat melatih keterampilan dasar dalam melakukan penelitian.
Manfaat Karya Tulis Ilmiah
Manfaat apa yang akan kita dapatkan dalam menulis karya ilmiah? Ini dia penjelasannya. Untuk melatih dalam menggabungkan beberapa hasil bacaan dari berbagai sumber bacaan. Penulis dapat berlatih mengintegrasikan hasil bacaan dengan gagasan sendiri. Dapat mengembangkan pemikiran menjadi lebih matang. Dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta dan data secara jelas dan sistematis. Mengakrabkan penulis dengan kegiatan-kegiatan perpustakaan, seperti menggunakan katalog dalam mencari buku yang diperlukan. Penulis akan merasakan kepuasaan intelektual, yakni satu kepuasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menyajikan satu pengetahuan. Penulis ikut menyumbang bagi perluasan cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat. Sebagai bahan penelitian atau acuan pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.
Karakteristik Karya Tulis Ilmiah
Kita juga harus mengetahui karakteristik dalam karya tulis ilmiah. Tulisan yang dbuat harus mengacu pada teori. Harus lugas, maksudnya tidak emosional, tidak kritis, dan tidak menimbulkan interprestasi lain. Harus logis, artinya mengacu pada pembahasan yang rasional dengan urutan yang konsisten. Efesien, artinya mempergunakan kalimat, kata dan bahasa yang baik, sesuai, dan mudah dipahami. Efektif, artinya tulisan-tulisan yang dibuat harus ringkas dan padat. Objektif, artinya berdasarkan fakta, kerangka karya ilmiah bersifat konkrit dan benar adanya/ tidak mengada-ada. Sistematis, artinya penulisan dan pembahasan harus sesuai dengan prosedur yang ada.
Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah
Berikut ini adalah beberapa macam jenis karya tulis ilmiah beserta penjelasan singkatnya.
1. Artikel
Artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan cara yang ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah yang telah disepakati sebelumnya.
Sistematika artikel:
Judul
Nama penulis (tanpa gelar akademik)
Abstrak
Kata kunci
Pendahuluan
Kerangka teori (kajian)
Pembahasan
Penutup
Daftar pustaka
2. Makalah
Makalah adalah salah satu karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah dengan pembahasan berdasarkan data yang ada di lapangan dan bersifat empiris-objektif.
Sistematika makalah:
Pendahuluan
Pembahasan
Kesimpulan
3. Kertas Kerja
Kertas kerja / work paper pada prinsipnya sama dengan makalah, namun pada kertas kerja dibuat dengan analisis yang lebih mendalam dan juga tajam dan dipresentasikan pada seminar yang biasanya dihadiri oleh para ilmuwan.
4. Paper
Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan para akademisi (mahasiswa) dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikan sebelum menyelesaikan jenjang studi.
5. Skripsi
Skripsi adalah salah satu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S1 (Sarjana). Berisi tulisan yang sistematis yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain.
6. Tesis
Tesis adalah suatu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S2 (Pasca Sarjana). Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
7. Disertasi
Disertasi atau disebut juga “Ph.D Thesis” adalah suatu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S3 (Doktor/Dr) yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan fakta dan data yang sahih dengan analisis yang terinci.
8. Artikel Ilmiah Populer
Artikel ilmiah populer adalah artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa jurnalistis/media) untuk dimuat pada media massa (majalah, situs, suratkabar). Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah populer tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Namun, artikel ilmiah populer ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik..
Struktur Karya Tulis Ilmiah
Struktur dari karya tulis ilmiah terdiri dari tiga yaitu bagian pendahuluan, inti pembahasan, dan penutup.
Bagian Pendahuluan
Pada bagian ini berisikan informasi terkait karya ilmiah yang telah dilakukan. Ada banyak poin-poin penting harus dipaparkan dalam pendahuluan diantaranya yaitu, latar belakang masalah yang menceritakan kenapa penelitian itu diambil sebagai judul utama dalam karya tulis ilmiah tersebut.
Bagian Inti Pembahasan
Pada bagian inti pembahasan dalam penelitian karya tulis ilmiah memaparkan penelitian dilakukan dengan mengambil studi kasus pada bagian pendahuluan.
Bagian penutup
Pada bagian ini menjelaskan kesimpulan akhir dari penelitan karya tulis ilmiah yang telah dilakukan. Apakah penelitian tersebut dapat memberi solusi terhadap permasalahan yang diangkat atau sebagai batu loncatan awal untuk penelitan selanjutnya pun harus dipaparkan.
Kaidah/Unsur Kebahasaan Karya Tulis Ilmiah
Dalam penulisan karya tulis ilmiah harus mengikuti 2 kaidah, yakni kaidah penulisan bersifat umum dan kaidah penulisan bersifat khusus.
Kaidah bersifat umum: adalah kaidah tentang bahasa Indonesia baku dan ejaan yang berlaku secara umum.
Kaidah bersifat khusus: adalah kaidah mengenai teknis penulisan yang telah disepakati bersama dan berlaku di lingkungan tertentu.
Sistematika Karya Tulis Ilmiah
Kamu juga harus mengetahui sistematika karya tulis ilmiah yang baik dan benar.
Bab I Pendahuluan
Latar belakang masalah, uraian singkat, jelas dan logis dari suatu kegiatan ilmiah untuk menjelaskan alasaan teoritik serta faktual mengapa permasalahan yang diangkat perlu dijawab melalui kegiatan penelitian. Rumusan masalah, argumentasi atau pertanyaan kritis yang fleksibel yang diambil intinya dari pernyataan umum dari masalah penelitian, sebagaimana tercantum dalam latar belakang masalah. Tujuan penelitian, uraian singkat serta penjelasan tentang tujuan apa yang hendak dicapai dalam penelitian tersebut. Manfaat penelitian, uraian mengenai hasil karya tulis ilmiah apa saja yang diunggulkan dan dapat disumbangkan dari hasil penelitian.
Bab II Kerangka Teori
Landasan teori, seperangkat konsep batasan dan proposisi yang dapat menyajikan suatu pandangan yang sistematis mengenai fenomena dalam penelitan dengan merinci hubungan antar variabel yang bertujuan menjelaskan serta memprediksikan fenomena tersebut. Hipotesis penelitian, kesimpulan sementara kerangka pemikiran seorang peneliti.
Bab III Metode Penelitian
Jenis penelitian, a) dari tujuan dasarnya, b) dari tempat pelaksanaan penelitian, c) dari tujuan umumnya, d) dari sifat-sifat masalahnya, e) dari ruang lingkup pengujiannya. Definisi konsep dan operasional variabel, definisi konsep adalah konseptual tentang variabel penelitian, sedangkan definisi opeasional adalah variabel yang berisi penjelasan secara sistematik dan operasional tentang bagaimana mengukur variable penelitian. Populasi dan sampel penelitian, populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian yang akan diteliti sedangkan sampel adalah sebagian subjek penelitian yang djadikan penelitian. Jenis, sumber dan teori pengumpulan data, uraian lengkap dan jelas tentang jenis data yang digunakan dalam penelitian, serta bagaimana cara mengumpulkan data tersebut. Teknik analisis/pengujian data, penjelasan tentang bagaimana caranya pengolahan serta penganalisisan data penelitian dilakukan.
Bab IV Pembahasan Penelitian
Gambaran umum objek penelitian, uraian secara umum tentang objek penelitian yang akan diteliti. Deskripsi hasil penelitian, uraian hasil penelitian berdasarkan hasil data yang diperoleh dari lapangan. Pengujian hipotesis, uraian pemaparan data yang diperoleh dari lapangan penelitian untuk menguji apakah data yang didapat itu mendukung hipotesis yang ada atau tidak. Jika mendukung dapat diterima jika tidak berarti sebaliknya. Interpelasi hasil pengujian hipotesis
Bab V Penutup
Daftar pustaka, kesimpulan & saran.
Lampiran
SUMBER: https://www.materibindo.com/2018/05/karya-tulis-ilmiah.html
SETELAH MENYELESAIKAN MATERI DIATAS. SILAHKAN SUSUNLAH SEBUAH KARYA ILMIAH MENGENAI: PENDIDIKAN, KESEHATAN, ATAU LINGKUNGAN, (pilih satu bidang saja). kemudian upload file proposal kalian pada link bawah ini (batas waktu pengumpulan pada tgl 1 FEBRUARI 2021).
Hari ini kita bahas tentang faktor pendukung dan penghambat integrase nasional namun kita flashback dulu apa itu intergrasi nasional
Integrasi nasional adalah penyatuan atau pembauran suatu bangsa sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Itu adalah pengertian secara umum integrasi nasional, ada juga pengertian secara politis dan antropologis.
Pengertian integrasi nasional secara politis ialah penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk identitas nasional.
Adapun pengertian secara antropologi adalah proses penyesuaian dengan unsur-unsur kebudayaan yang berbeda hingga mencapai suatu keselarasan fungsi dalam kehidupan masyarakat.
Sementara dalam Kamus Besar Bangsa Indonesia (KBBI), integrasi adalah pembauran sampai menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Adapun kata nasional berarti bangsa.
Jadi, dalam integrasi nasional menggambarkan proses persatuan dari wilayah yang mempunyai perbedaan.
Perbedaan tersebut antara lain berupa budaya, etnis hingga latar belakang ekonomi. Adanya perbedaan tersebut tentunya dianggap sebagai rahmat.
Namun, perbedaan juga bisa menjadi ancaman bagi bangsa. Itulah mengapa, sebagai warga negara penting untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor yang mendorong adanya integrasi nasional.
Apa saja faktor pembentuk dan penghambat integrasi nasional?
Berikut ini faktor pembentuk dan penghambat integrasi nasional
Konsep dan Syarat-syarat Integrasi Nasional
Konsep Integrasi Nasional
Konsep integrasi nasional terbagi secara vertikal dan secara horizontal, yaitu :
Konsep integrasi nasional secara vertikal mencakup bagaimana mempersatukan rakyat dengan pemerintah yang hubungannya terintegral secara vertikal. Konsep ini juga mencakup bagaimana menyatukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Konsep integrasi nasional secara horizontal mencakup bagaimana menyatukan rakyat Indonesia yang tingkat kemajemukannya cukup tinggi. Bagaimana membangun identitas kebangsaan yang sama, meski masyarakat memiliki jati diri golongan, agama, etnis, dan lain-lain yang berbeda.
Syarat-syarat Integrasi Nasional
Syarat-syarat yang harus dilakukan supaya integrasinya berhasil.
1. Anggota masyarakat merasa kalau mereka bisa dan berhasil mengisi kebutuhan masing-masing orang.
2. Terciptanya kesepakatan bersama mengenai norma-norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman.
3. Norma-norma dan nilai-nilai sosial itu dijadikan aturan pasti dalam melakukan integrasi sosial
1. Perasaan Senasib dan Seperjuangan
Satu di antara faktor pendukung integrasi nasional yang paling utama ialah adanya perasaan senasib dan seperjuangan. Hal tersebut muncul saat masa penjajahan, di mana warga Indonesia bersatu untuk merdeka karena dilandasi keinginan yang sama, tanpa memedulikan suku, agama, ras, dan golongan.
2. Keinginan untuk Bersatu
Satu di antara peristiwa yang menunjukkan keinginan persatuan Indonesia adalah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Warga Indonesia ingin bersatu dalam semangat perjuangan yang sama, sesuai cita-cita nasional.
3. Rasa Cinta Tanah Air
Faktor yang memengaruhi integrasi nasional juga karena adanya rasa cinta tanah air di kalangan Bangsa Indonesia. Hal itu dibuktikkan saat masa perjuangan dalam merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang.
4. Wujud Ideologi Nasional
Integrasi nasional menjadi wujud dari ideologi nasional yang telah disepakati bersama. Lewat ideologi Pancasila, Indonesia yang mempunyai banyak perbedaan atau keragaman bisa tetap bersatu.
Hal itu dikarenakan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
5. Budaya Gotong Royong
Faktor pembentuk integrasi nasional bisa timbul adanya budaya gotong royong. Seperti diketahui, budaya gotong royong merupakan ciri khas kepribadian bangsa Indonesia secara turun temurun sejak dulu dan tetap dipertahankan hingga sekarang.
6. Antisipasi Ancaman Asing
Integrasi nasional juga penting untuk mengantisipasi ancaman dari luar. Bentuk ancaman dari luar tersebut bisa berupa pengambilan wilayah atau pulau paling luar di Indonesia.
1. Masyarakat Indonesia beraneka ragam
Faktor penghambat integrasi nasional yang pertama adalah beraneka ragamnya masyarakat Indonesia, mulai macam-macam kelompok suku, agama, ras, dan golongan lainnya.
Bahkan tercatat ada ribuan suku bangsa di Indonesia, yang membuat integrasi nasional menjadi terhambat karena mencoloknya perbedaan yang ada.
2. Wilayah Indonesia yang Luas
Wilayah negara Indonesia yang begitu luas juga dapat menghambat integrasi nasional. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan dipisahkan lautan luas.
3. Kuatnya Paham Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah fanatisme suku bangsa yang mempersepsikan kebudayaan yang dimiliki lebih baik dari kebudayaan lainnya. Hal ini membuat tiap suku di Indonesia menganggap bahwa budayanya lebih baik dari suku lain.
Kondisi tersebut bisa menjadi ancaman integrasi nasional.
4. Tidak Meratanya Pembangunan
Dengan wilayah negara Indonesia yang begitu luas, tantangan dalam melakukan integrasi nasional ialah adanya ketimpangan pembangunan. Daerah di pulau Jawa dan Indonesia bagian barat mungkin cenderung lebih maju pembangunannya daripada wilayah Indonesia timur.
Hal tersebut dapat menimbulkan rasa tidak puas bagi sebagian pihak.
5. Budaya Asli Mulai Tergerus
Mulai tergerusnya budaya asli Indonesia juga bisa menghambat integrasi nasional. Lemahnya nilai-nilai budaya bangsa terjadi akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, baik melewati kontak langsung maupun tidak langsung.
Sumber: ZonaReferensi
Silahkan buka buku LKS bahasa arab kelas XI semester genap pada halaman 4 – 5. Kemudian terjemahkanlah percakapan (Iqro’ alhiwaro ma’a zamiika…..)
melanjutkan pertemuan pertemuan 1 kemarin, yaiut mulai
حسين : كيف الحاج في زمن النبي ادم
SAMPAI DENGAN bacaan
عمران : على النقيض من النبي ادم، ،،،،،،،،،،،،، بعض هذه كيفيات تتعلق بتاريح عاءلة النبي إبرهيم.
kedalam bahasa indonesia. dan tulis hasil terjemahan pada link di bawah ini.
Faktorial dari bilangan asli n adalah hasil perkalian antara bilangan bulat positif yang kurang dari atau sama dengan n. Faktorial ditulis sebagai n! dan disebut n faktorial, tanda (!) disebut dengan notasi faktorial.
Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa:
Jika n bilangan asli maka n faktorial (n!) didefinisikan dengan :
n! = n x (n-1) x (n-2) x (n-3) x …. x 3 x 2 x 1
Dari definisi itu, maka kita juga memeroleh:
n! = n(n-1)!
Nilai dari 1! = 1. Oleh karena itu, untuk n = 1, diperoleh:
1! = 1(1-1)!
1! = 1
Jadi, untuk 0! bernilai 1. 0! = 1 Sebagai contoh, 7!
bernilai 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 5040
Contoh lainnya :
0! = 1
1! = 1
2! = 1 × 2 = 2
3! = 1 × 2 × 3 = 6
4! = 1 × 2 × 3 × 4 = 24
5! = 1 × 2 × 3 × 4 × 5 = 120
6! = 1 × 2 × 3 × 4 × 5 × 6 = 720
7! = 1 × 2 × 3 × 4 × 5 × 6 × 7 = 5040
8! = 1 × 2 × 3 × 4 × 5 × 6 × 7 × 8 = 40320
9! = 1 × 2 × 3 × 4 × 5 × 6 × 7 × 8 × 9 = 362880
10! = 1 × 2 × 3 × 4 × 5 × 6 × 7 × 8 × 9 × 10 = 3628800
Tugas Kalian :
Buatlah sebuah soal tentang Peluang Faktorial, kemudian kerjakan soal itu dan tuliskan di kertas setelah itu upload di presesnsi dibawah ini !
Kamu pernah nonton Avengers: Endgame? Inget nggak sama adegan Captain America melawan Thanos? Salah satu adegan yang bikin tercengang, waktu Captain America ngambil palunya Thor dan memanggil petir untuk menyerang Thanos. Keren banget, kan pertarungannya!

Kamu tahu nggak, ternyata adegan-adegan keren yang kita lihat di film Avengers: Endgame, bahkan semua adegan di film Marvel bermula dari imajinasi Stan Lee. Kamu tahu siapa dia? Yap! Sang pembuat komik Marvel.
Ia mungkin pada saat itu membayangkan, kalau saja ada orang baik yang memiliki kekuatan super, pasti dia akan melawan alien yang jahat dengan kekuatannya. Bayangkan betapa hebatnya sebuah imajinasi yang kemudian berubah menjadi film dan menciptakan karakter-karakter pahlawan super, sampai bisa menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan.
Banyak orang hebat di luar sana bisa mengubah imajinasi mereka menjadi sebuah film, atau karya lainnya. Kamu juga bisa, lho sehebat mereka. Asalkan kamu punya imajinasi.
Tapi, punya imajinasi yang keren tentang sesuatu pastinya kurang asik kalau nggak direalisasikan. Misalnya kamu ubah imajinasimu itu menjadi komik dahulu, lalu menjadi kartun, hingga akhirnya bisa menjadi film, seperti yang dilakukan oleh Stan Lee dan perusahaan Marvel.
-02.png?width=600&name=12ENG_Belajar_Unreal_Conditional_Sentences_dari_Berimajinasi_(1)-02.png)
Nah, untuk merealisasikan imajinasi, kamu pastinya butuh banyak sumber dari teman-teman kamu yang punya hobi dan kesukaan yang mirip atau sama denganmu. Misalnya, nih ketika kamu lagi main game pubg atau Fortnite, atau kamu lagi berselancar di sosial media, terus teman-teman kamu itu beda negara. Wah jadi kesempatan emas buat kamu untuk sharing dengan mereka.
Memangnya bisa sharing dengan mereka? Tentu saja bisa! Bahkan akan banyak ide yang muncul dan juga akan membuatmu semakin ingin merealisasikan imajinasimu. Tapi untuk menyampaikan imajinasimu kepada mereka, kamu harus menggunakan bahasa asing.
Nah, supaya mereka bisa mengerti ceritamu, salah satu bahasa asing yang bisa kamu gunakan adalah bahasa Inggris. Untuk menyampaikan cerita imajinasimu, kamu dapat menggunakan unreal conditional sentences. Yuk, simak penjelasan berikut.

Preterit verb: bentuk kata kerja yang biasanya digunakan untuk menggambarkan waktu lampau, tapi bisa juga digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Contoh: If I were… If I had….
Modal verb: bentuk yang menggambarkan waktu yang akan datang. Contoh: will, can, may, might, shall, should.
Makna Present Condition: menggambarkan sebuah situasi yang tidak akan terjadi, atau sebuah imajinasi. Contoh kalimat di atas merupakan imajinasi, karena si pelaku hanya membayangkan jika dia memiliki kekuatan super dia akan melindungi negaranya.
Makna Past Condition: menggambarkan situasi yang tidak dilakukan, dengan alasan yang disebutkan pada bagian if phrase. Contoh kalimat di atas, kejadian utama menjelaskan bahwa dia tidak berhasil menangkap penjahat, karena ketahuan olehnya, dan pada bagian if phrase dijelaskan alasannya polisi tersebut tidak berhasil menangkap penjahat, karena ia tidak memiliki kekuatan menghilang.
-03.png?width=600&name=12ENG_Belajar_Unreal_Conditional_Sentences_dari_Berimajinasi_(1)-03.png)
Nah, setelah mengetahui rumus yang harus dipakai, coba perhatikan gambar di bawah ini, untuk kamu belajar agar bisa menggunakan unreal conditional sentences dengan baik dan tepat.

Gimana nih? Sudah bisa, kan menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan imajinasimu? Jadi penasaran deh, dengan apa yang kamu bayangkan.
Tugas Kalian adalah : Buatlah sebuah kalimat yang menggambarkan imajinasi kalian. Kemudian silahkan difoto tugas kalian dan upload sekaligus isi absen dibawah ini.
berikut ini adalah rekaman audio materi pelajaran ahlak kitab yang dicuplik dari kitab adabul alim wal muta’allim. Silahkan dibuka dan memaknai kitabnya masing-masing pada halaman 47 – 48.
materi dapat didownload pada link di bawah ini
setelah selesai menyimak dan memaknai bab di atas. silahkan lanjutkan dengan membuat rangkuman/kesimpulan dari materi di atas dengan cara mengisi absensi dan mengisi kolom tugas yang tersedia di bawah ini
untuk hari ini kita latiahan shoal ya silahkan klik link di bawah
Mengonstruksikan Teks Negosiasi
5 / 5 ( 1 vote )
Kamu sudah memahami isi, struktur, dan kebahasaan teks negosiasi. Sekarang kamu akan belajar menyusun teks negosiasi.
Mengontruksikan teks negosiasi adalah menyusun teks negosiasi secara utuh, teks negosiasi dapat di sajikan dalam bentuk dialok, narasi, maupun gabungan antara keduanya. Untuk menyusun teks negosiasi, hal yang harus di lakukan pertama adalah mengidentifikasi permasalahan yang perlu dinegosiasikan oleh beberapa pihak karena adanya perbedaan kepentingan
Berikut adalah langkah langkah menyusun teks negosiasi.
1. Menentukan tujuan
2. Menentukan pihak pihak yang bernegosiasi
3. Menentukan konflik
4. Menentukan solusi dalam penawaran
5. Menentukan model kesepakatan
Suatu teks negoisasi juga akan menarik pula kalau di konversikan ke dalam subuah cerita (narasi)
Nah buatlah contoh teks negosiasi di bawah menjadi sebuah cerita (narasi)
Larangan membawa motor ke sekolah
Siswa : Selamat pagi, Pak. Saya Andra dari kelas XII MIA
Kepala Sekolah : Silakan duduk, Andra. Bisa dibantu?
Siswa : Saya minta petunjuk. Bu. Rumah saya jauh dan tidak dijangkau angkutan. Sarana transportasi yang kami miliki hanya sepeda motor. Itupun yang bisa mengoperasikan hanya saya. Jadi, agar saya bisa datang tepat waktu, bolehkah saya membawa motor ke sekolah?
Kepala sekolah : Kami membuat larangan itu untuk anak-anak yang belum punya SIM. Agar tidak terkena razia polisi, kami sarankan orang tua yang mengantar.
Siswa : Orang tua saya tidak bisa naik motor, Pak. Lagipula setiap pagi beliau harus bekerja di kebun. Saya sudah punya SIM sejak setahun yang lalu, Pak.
Kepala sekolah : Kalau begitu kamu boleh membawa motor. Namun, ingatlah untuk selalu membawa SIM dan STNK, mengenakan helm dan menaati peraturan lalu lintas.
Siswa : Saya selalu melakukan semua itu, Pak. Orang tua saya juga selalu mengingatkan. Terima kasih, Pak.
Kepala sekolah : Sama-sama.
SELAMAT!
KALIAN TELAH MENYELESAIKAN MATERI BAB 1.
TUGAS AKHIR DARING MATERI INI ADALAH MEMBACA ARTIKEL PENGAYAAN LKS HALAMAN 26-27, SERTA MENGERJAKAN SOAL URAIAN YANG TERDAPAT DI BAWAH ARTIKEL TERSEBUT (HALAMAN 27, SOAL 1-5). TULIS JAWABAN KALIAN PADA LINK DI BAWAH INI.